AL ASHR
Kembali ke Direktori
Pena Bersama Psikologi

Yuk, Kenali Bakatmu!

Jul-Ags 2026

Weny Octaria, S.Psi. (Guru BK)

Terbit: 31 Jul 2026 • 35 tayangan

Yuk, Kenali Bakatmu!
Ungkapan “aku suka menggambar”, “aku bisa berenang”, “aku pandai membuat puisi”, “aku senang bernyanyi”, “aku jago melukis” dan sebagainya, seringkali diucapkan anak-anak. Mereka menyukai aktivitas yang mereka rasa paling mudah dan bisa untuk dilakukan. Anak-anak kita kadang merasa jago melakukan suatu aktivitas, namun justru mendapati hasil kurang sesuai dengan harapan. Di sinilah mereka salah memahami dan mengartikan kata “bakat” dan “minat”.
 
Bakat adalah kemampuan yang didapat sejak lahir, sedangkan minat adalah kesukaan atau kegemaran untuk melakukan sesuatu. Saat anak mengatakan “aku suka menggambar”, maka ia memiliki minat menggambar, namun belum tentu berbakat di bidang itu. Seringkali anak tidak mengenali bakatnya, bahkan ia menganggap dirinya tidak memiliki bakat apa-apa, padahal sejatinya setiap anak memiliki bakat dan minatnya masing-masing. 
Karena kamu sudah tahu perbedaan antara bakat dan minat, maka sekarang coba sebutkan bakat yang kamu miliki! Namun jika kamu masih belum menemukan bakatmu, maka kamu bisa mencoba beberapa cara berikut.  
 
1.         Mencoba hal-hal baru
Berani untuk mencoba hal-hal baru dapat membantu menggali bakatmu. Berada di zona nyaman atau melakukan aktivitas berulang belum tentu bisa menunjukkan bakatmu. Misalnya, kamu tidak pernah melukis karena menganggapnya sulit. Sesekali kamu harus mencobanya, perlahan dan menyelesaikannya. Dari kegiatan tersebut, kamu akan melihat hasilnya. Jika memuaskan, kamu bisa lanjut melukis dengan detail yang lebih sulit. Namun jika kurang memuaskan, berarti melukis memang bukan bakatmu.
 
2.        Memberi penilaian pada aktivitas yang dilakukan
Memberi penilaian pada aktivitas yang dilakukan menjadi hal penting untuk mengetahui bakatmu. Misalnya, kamu senang menyanyi, maka kamu bisa menanyakan pendapat orang-orang di sekitarmu tentang bagaimana suaramu. Apakah enak didengar? Apakah layak menjadi bekal sebagai penyanyi? Jika dirasa penilaiannya masih kurang, maka kamu bisa bertanya pada ahlinya.       
 
3.        Melakukan evaluasi
Jika kamu sudah berusaha semaksimal mungkin melakukan sebuah aktivitas, namun hasilnya kurang memuaskan, maka cobalah melakukan evaluasi! Dimulai dari diri sendiri: apakah kamu menikmati aktivitas itu? Apakah kamu merasa sulit melakukannya? Apakah kamu benar-benar memiliki kemampuan di bidang tersebut? Setelah itu, coba bertanya pada orang di sekitarmu apa yang harus kamu lakukan untuk mendapatkan hasil terbaik. Jika setelah evaluasi belum didapatkan hasil maksimal, berarti kamu tidak berbakat di aktivitas yang sedang kamu lakukan.    
 
4.        Mengenali perasaan
Yang tak kalah penting dalam mengenali bakat adalah mengenali perasaanmu sendiri. Apa yang kamu rasakan saat kamu melakukan sebuah aktivitas? Apakah kamu merasa senang, bersemangat, biasa saja, atau bosan? Apabila kamu dapat menguasai suatu aktivitas dengan cepat, bersemangat dalam mengerjakannya dan mendapatkan hasil yang memuaskan, maka bisa jadi kamu memang berbakat di bidang tersebut, dan begitu pun sebaliknya. Misalnya, kamu mempunyai bakat dalam bidang numerasi, maka sesulit apa pun tugas yang diberikan, kamu akan bersemangat dan merasa tertantang untuk mengerjakan. Kamu pun akan bisa dengan cepat menyelesaikannya dibandingkan orang lain.
 
5.        Melakukan tes bakat dan minat
Melakukan tes bakat dan minat menjadi pilihan yang tepat dan cukup akurat dalam mengenali bakatmu. Dalam laporannya nanti, kamu akan mengetahui apakah kamu  hanya berminat dalam suatu bidang atau kamu memang berbakat. Bisa juga dua jawaban positif kamu terima: kamu berminat dan sekaligus berbakat.
 
Ada orang yang sejak dini sudah memiliki bakat tertentu, namun karena tidak diasah, bakatnya menjadi tidak bermanfaat. Ada pula kemampuan seseorang itu berawal dari bakat, kemudian menjadi profesi dan memberi manfaat bagi banyak orang. Lebih cepat mengetahui bakatmu, maka lebih baik, karena bisa mengembangkan potensi yang kamu miliki dan fokus pada pencapaian kualitas diri. Tetap semangat untuk menggali bakatmu, walaupun kamu harus melakukan dan mencoba banyak hal.        

Baca Dokumen

Silakan klik atau geser untuk membalik halaman.

Unduh