Kegiatan

Belajar Berhaji, Menanam Rindu ke Tanah Suci Sejak Dini KB/TK Al Muttaqien Surabaya

Admin KB TK
42 kali dibaca
Belajar Berhaji, Menanam Rindu ke Tanah Suci Sejak Dini KB/TK Al Muttaqien Surabaya
 
Langkah-langkah kecil itu mungkin belum sempurna. Sabtu (12/9/2026) Manasik Haji KB/TK Al Muttaqien dilaksanakan. Ada yang masih malu-malu, ada yang bersemangat mengikuti arahan, dan ada pula yang sesekali bertanya dengan polos, “Setelah ini kita ke mana, Ustadzah?” 

Namun, di balik langkah kecil anak-anak KB/TK Al Muttaqien dalam kegiatan Manasik Haji, tersimpan sebuah pembelajaran besar: mengenal rukun Islam sekaligus menumbuhkan kecintaan kepada ibadah sejak usia dini. 

Dengan pakaian ihram dan busana muslim yang dikenakan, anak-anak diajak mengikuti rangkaian manasik haji secara sederhana. Mereka belajar mengenal tempat dan tahapan ibadah haji melalui pengalaman langsung—mulai dari mengenal Ka'bah, melakukan thawaf, sa'i, hingga mengenal tahapan ibadah lainnya. 

Bagi anak usia dini, belajar tidak selalu harus duduk diam di dalam kelas. Justru melalui pengalaman, gerak, permainan, dan suasana yang menyenangkan, sebuah nilai dapat lebih mudah melekat dalam ingatan mereka. 

Manasik haji menjadi ruang belajar yang menghadirkan agama secara dekat dengan dunia anak. Mereka tidak hanya mendengar cerita tentang ibadah haji, tetapi juga melihat, bergerak, mencoba, dan merasakan suasananya. 

Di sinilah pendidikan menjadi lebih bermakna. Sebab, yang ditanamkan bukan sekadar pengetahuan tentang tata cara berhaji, melainkan juga nilai ketaatan, kesabaran, kebersamaan, kedisiplinan, dan kecintaan kepada Allah SWT

Mungkin hari ini mereka hanya sedang mengelilingi replika Ka'bah. Namun siapa tahu, pengalaman sederhana ini menjadi salah satu kenangan yang tumbuh bersama mereka hingga dewasa. 

Sebab pendidikan iman memang tidak selalu dimulai dari hal-hal besar. Ia bisa tumbuh dari langkah kecil, dari doa yang sederhana, dan dari pengalaman yang menyenangkan. 

Manasik Haji KB/TK Al Muttaqien bukan sekadar kegiatan bermain peran. Ia adalah ikhtiar untuk mengenalkan ibadah, menanamkan nilai keislaman, dan menumbuhkan kerinduan anak-anak kepada Baitullah sejak dini. 

Semoga langkah-langkah kecil hari ini kelak menjadi langkah nyata menuju Tanah Suci.