Kegiatan

Bukan Sekedar Menyapu, Inilah Langkah Kecil Menanamkan Cinta Lingkungan Sejak Dini di SD Al Muttaqien Surabaya

Admin SD
63 kali dibaca
Bukan Sekedar Menyapu, Inilah Langkah Kecil Menanamkan Cinta Lingkungan Sejak Dini di SD Al Muttaqien Surabaya
 
Bukan sekadar menyapu dan merapikan kelas, Jumat Bersih di SD Al Muttaqien menjadi ruang belajar yang mengajarkan tanggung jawab, kepedulian, dan kebersamaan. 

Pagi hari pada Jumat, 25 September 2026 di SD Al Muttaqien, siswa tidak hanya sibuk dengan buku dan alat tulis, mereka mengambil sapu, pengki, kain lap, dan perlengkapan kebersihan lainnya. Ada yang membersihkan ruang kelas, merapikan meja dan kursi, menyapu halaman, serta memastikan lingkungan sekolah kembali bersih dan nyaman. 

Inilah wajah Jumat Bersih di SD Al Muttaqien. 

Bagi sebagian orang, membersihkan kelas dan halaman sekolah mungkin terlihat sebagai kegiatan sederhana. Namun, di balik gerakan sapu dan tangan-tangan kecil yang bekerja, tersimpan pembelajaran karakter yang tidak selalu ditemukan di dalam buku. 

Siswa belajar bahwa kebersihan bukan hanya tanggung jawab petugas kebersihan. Kebersihan adalah tanggung jawab bersama. 

Di dalam kelas, siswa belajar menjaga ruang yang mereka gunakan setiap hari. Mereka merapikan meja, mengumpulkan sampah, membersihkan sudut-sudut kelas, dan memastikan lingkungan belajar terasa lebih nyaman. Sementara di halaman sekolah, mereka bersama-sama memungut sampah dan merapikan area yang menjadi ruang bermain dan beraktivitas. 

Ada semangat gotong royong yang tumbuh secara alami. Tidak ada pekerjaan yang dianggap terlalu kecil. Setiap siswa mengambil bagian sesuai kemampuannya. 

Lebih dari sekadar menciptakan lingkungan yang bersih, Jumat Bersih menjadi laboratorium kecil pendidikan karakter. Dari kegiatan sederhana ini, siswa belajar disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan kepedulian terhadap lingkungan. 

Sebab, sekolah bukan hanya tempat anak-anak belajar membaca, menulis, berhitung, atau memahami berbagai ilmu pengetahuan. Sekolah juga menjadi tempat mereka belajar menjadi manusia yang peduli. 

“Ketika seorang anak membuang sampah pada tempatnya, merapikan kelas setelah digunakan, atau membantu temannya membersihkan halaman, sesungguhnya ia sedang belajar tentang tanggung jawab.” Ujar Pak Hakim, koordinator Jumat Bersih. 

Jumat Bersih mengingatkan kita bahwa pendidikan karakter dapat dimulai dari hal-hal sederhana. Dari sebuah sapu, selembar sampah yang dipungut, dan kelas yang dirapikan bersama. 

Dan mungkin, dari kebiasaan kecil yang dilakukan setiap Jumat itulah tumbuh generasi yang tidak hanya cerdas dalam ilmu, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan sesama. Karena sekolah yang bersih bukan hanya tentang lingkungan yang nyaman, tetapi tentang anak-anak yang belajar mencintai tempat di mana mereka tumbuh dan belajar.